Macam-Macam Microphone yang Beredar di Pasaran Saat Ini

Suatu presentasi tidak akan berjalan sempurna jika dalam penyampaian informasi tidak tersalurkan dengan baik ke audiens. Kejelasan dan kerincian penyampaian informasi sangat diperlukan agar apa yang disampaikan mudah dipahami tanpa terjadinya miss komunikasi. Oleh sebab itu, sebelum presentasi dimulai, ada baiknya jika penyelenggara terlebih dahulu mempersiapkan dan memastikan bahwa semua alat dan bahan yang dibutuhkan sudah ready dan dalam keadaan baik. Jangan sampai, saat presentasi dimulai, terjadi kerusakan alat yang menyebabkan presentasi menjadi tertunda.

Dalam presentasi di sebuah gedung yang besar, terutama dengan kapasitas audiens yang banyak tentu tidak mungkin suara presentator terdengar dengan jelas ke seluruh sudut ruangan. Perlu adanya alat bantu berupa pengeras suara agar suara dapat didengar dengan baik oleh seluruh yang hadir di ruangan tersebut. Dengan adanya alat bantu ini, maka presentator akan dengan mudah menyampaikan materinya tanpa harus mengeluarkan tenaga yang cukup besar. 
Microphone merupakan suatu alat bantu untuk berkomunikasi dengan banyak orang dengan menggunakan media pengeras audio atau suara. Alat ini memudahkan dalam penyampaian informasi dari informan kepada audiens dengan efektif dan efisien. Yang mana cara kerja dari microphone adalah mengubah gelombang suara untuk dikonversikan menjadi energi listrik atau sinyal audio. Dengan kata lain, microphone dapat mengubah satu bentuk energi menjadi bentuk energi lainnya.

Bagian umum dalam microphone

Ada beberapa bagian yang terdapat pada sebuah microphone. Setiap bagian ini memiliki fungsi yang berbeda-beda. Setiap badan microphone terdapat magnet, diafragma, gelombang suara, dan voice coil. Berikut ini bagaimana cara kerja dari microphone dalam menghasilkan keluaran suara:

  1. Saat kita berbicara atau mengeluarkan suara, terbentuklah suatu gelombang suara yang kemudian diterima oleh microphone.
  2. Gelombang suara tersebut kemudian menyentuh diafragma yang mana selanjutnya diafragma tersebut bergetar sesuai dengan gelombang suara yang diterima.
  3. Kemudian sebuah voice coil ikut bergetar sesuai dengan diafragma.
  4. Magnet kecil yang dikelilingi coil akan menciptakan medan magnet seiring dengan gerakan coil tersebut.
  5. Kemudian, timbullah sinyal listrik pada medan magnet. Sinyal listrik tersebut kemudian menuju ke amplifier atau alat perekam suara.
  6. Dari proses tersebut, akhirnya microphone dapat mengeluarkan output suara yang lebih besar.

Mengenal jenis-jenis microphone

Seiring perkembangan zaman, perkembangan teknologi pun semakin berkembang, terutama microphone (mikrofon). Tentunya banyak sekali jenis – jenis mikrofon yang terdapat hingga sekarang. Namun, disini akan dijelaskan mengenai jenis – jenis mikrofon berdasarkan teknologi atau Teknik Konversinya dari energi akustik atau suara menjadi energi listrik. Mikrofon dapat dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya sebagai berikut :

  • Dynamic Microphone

Pada Mikrofon jenis ini bekerja berdasarkan prinsip Induksi Elektromagnetik.

  • Condenser Microphone

Pada Jenis microphone ini umumnya memiliki diafragmanya yang terbuat dari bahan logam dan digantungkan pada pelat logam statis dengan jarak yang sangat dekat sehingga keduanya terisolasi menyerupai sebuah kapasitor. Condenser Microphone disebut juga sebagai Capacitor Microphone.

  • Electret Microphone

Electret Microphone merupakan microphone jenis Condenser yang memiliki muatan listrik sendiri sehingga tidak memerlukan pencatu daya dari luar.

  • Ribbon Microphone

Jenis Ribbon Microphone merupakan microphone yang menggunakan pita tipis dan sensitif yang digantungkan pada medan magnet.

  • Crystal Microphone atau Piezoelectric Microphone

Crystal Microphone merupakan microphone yang terbuat dari kristal aktif yang dapat menimbulkan tegangan sendiri ketika menangkap getaran sehingga tidak memerlukan pencatu daya dari luar.


Kerusakan yang sering terjadi

Setiap peralatan khususnya peralatan multimedia pasti memiliki resiko kerusakan. Entah kerusakan itu bersifat ringan, atau justru bersifat berat. Kerusakan berat dapat disebabkan oleh beberapa faktor, bisa faktor intern maupun faktor ekstern. Namun, sebelum terjadi suatu kerusakan, ada baiknya jika kita melakukan tindakan pencegahan dengan cara melakukan perawatan dengan baik dan intens. Selain itu, dalam pemakaiannya pun harus diperhatikan, jangan sampai karena faktor kelalaian suatu alat dapat cepat rusak. 

Berikut ini beberapa kerusakan yang sering terjadi pada microphone :

  • Suara tidak dapat terdengar 
  • Suara terdengar putus-putus
  • Suara terdengar lirih

Keberadaan microphone tentu disesuaikan dengan kebutuhan acara yang diselenggarakan. Biasanya alat ini banyak kita jumpai di berbagai tempat dan acara, bukan hanya sebatas acara di panggung atau presentasi saja, melainkan pada kegiatan-kegiatan harian seperti perkuliahan atau suatu pengajian (acara peribadatan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *