Pemanfaatan Proyektor sebagai Penunjang Kegiatan Ibadah

Pada zaman sekarang ini, kehidupan yang dijalankan oleh manusia semakin kompleks yang menjadikan manusia berinovasi dalam teknologi agar pekerjaan yang selama ini dianggap sulit, dapat dijalankan dengan mudah dan lebih efisien, salah satu penemuan dari hasil inovasi manusia adalah LCD proyektor. Dari berbagai sumber sejarah, proyektor ditemukan oleh Gene Dolgoff yang tujuannya memproduksi video proyektor yang lebih cerah pada tahun 1968, Inovasi pemanfaatan proyektor tersebut terus saja di kembangkan dari waktu ke waktu dan disempurnakan sehingga perkembangan dan kecanggihannya benar-benar dirasakan oleh manusia sekarang ini, coba kita lihat di kantor-kantor, sekolah, bidang usaha bahkan juga digunakan sebagai penunjang kegiatan keagamaan (pengajian) terutama di kalangan masyarakat perkotaan.

LCD Proyektor

Sebelum lanjut ke penjelasan berikutnya, alangkah baiknya kita memahami apa yang dimaksud dari LCD Proyektor dan bagaimana perkembangannya sehingga kita bisa menggunakan alat yang canggih ini. LCD proyektor pada dasarnya merupakan suatu alat bantu yang digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia, cara kerja alat ini sangat sederhana sesungguhnya, akan menampilkan gambar, table dan warna yang sangat baik dari hasil pembiasan yang dihasilkan oleh panel-panel LCD proyektor. Cara menggunakan proyektor cukup simple, pertama, hubungkan proyektor dengan listrik mengunakan kabel  power apabila lampu indikator menyala, kemudian buka penutup lensanya, kemudian tekan tombol power yang ada di proyektor atau remote bawaan proyektor), kemudian lampu indikator akan menyala berwarna hijau, selanjutnya proyektor akan menampilkan display, nyalakan semua alat yang menjadi sumber input proyektor, bisa laptop, notebook dan lainnya, menggunakan kabel VGA atau HDMI dan selanjutnya atur fokus, kesesuaian layer dengan gambar yang dihasilkan agar terlihat proporsional.

Pemanfaatan proyektor dalam kegiatan pengajian terutama di kalangan masyarakat kota untuk di zaman modern ini merupakan suatu yang tidak bisa dipisahkan, hal ini dapat dilihat dari banyaknya masjid-masjid (terutama di perkotaan) yang menggunakan proyektor sebagai salah satu pendukung penyajian mereka, hal ini tentu berdampak positif untuk semuanya, seperti audiens (pendengar /jamaah pengajian) tentu mendapatkan penjelasan yang lebih karena selain menerima penyampaian  ilmu agama secara lisan dari ustadz atau ulama, audiens juga akan disuguhkan dengan penampilan di layar atau gambar. Selain itu, digunakan, LCD proyektor dalam menunjang kegiatan pengajian (ibadah) di sisi lain juga membantu pembicara (ustadz atau ulama) dalam menyampaikan pesan-pesan dan materi keagamaan, misalkan saja ketika pembicara menyampaikan tentang silsilah keturunan nabi, dan ditampilkan dengan bagan-bagan atau mind map yang semenarik mungkin.

Pemanfaatan LCD Proyektor

Dalam pemanfaatan proyektor dalam kegiatan pengajian terutama pengajian di masjid (indoor) tentu banyak aspek yang harus  diperhatikan yang pertama adalah tempat dan seberapa banyak jamaah yang hadir. Misalkan saja pengajian dengan jumlah audiens 20-30 0rang dengan yang bertempat di masjid yang tidak terlalu luas, tentu penggunaan proyektor Epson EB-X300 atau EB-X400 dan menggunakan layar 1,8 m atau yang 2,5m sudah sangat baik, kelebihannya dari layar 1,8 dan 2,5 adalah tidak memerlukan tempat yang luas dan juga kelebihan lainnya penggunaannya yang sangat simple dan mudah, pengguna cukup menarik gulungan layarnya saja.

Sedangkan pengajian dengan jumlah audiens di atas 100 orang bahkan lebih, tentu penggunaan LCD proyektor dengan lumens besar seperti EB-X450, EB-X2055 (5000 Lumens) atau bahkan Hitachi CP-X5550 (5800 Lumens) dan layar 2X3M atau 3x4M  yang besar tentu menjadi pilihan terbaik, karena selain membuat jama’ah jama’ah fokus ke layar yang besar akibat dari panggung atau tempat ustadz atau ulama memberikan penjelasan terlalu jauh ataupun kecil, sehingga bisa digunakan atau dipasang di kedua sisi punggung (kiri dan kanan) atau tempat-tempat yang jauh dari jangkauan penglihatan jamaah, apalagi pengajian di zaman modern ini dengan ustadz atau ulama-ulama kondang yang sosoknya menjadi panutan dan banyak ditunggu pengajiannya, pastinya membuat jamaah membludak, secara otomatis juga membuat jama’ah ingin melihat sosok yang dikagumi atau disukai mereka menyampaikan tausiahnya, tentu membutuhkan video shooting dan LCD proyektor dengan lumens dan layar sebagai pendukungnya dan menjadi pilihan yang cocok.

Penggunaan Layar Besar

Akan tetapi yang perlu dipahami dalam penggunaan layar besar dan proyektor dengan lumen besar tentunya harus memperhatikan kondisi tempat. Kondisi tempat haruslah mendukung baik dari segi luas tempat, seperti penggunaan layar 3×4 tentu membutuhkan jarak tembak (dari layar ke proyektor) 5-7 meter, disisi lain yang sangat perlu diperhatikan adalah cahaya, apabila ada cahaya misalkan cahaya matahari yang berada di sekitaran layar atau proyektor tentu juga berpengaruh terhadap gambar yang dihasilkan, bahkan semakin minim cahaya disekitar proyektor akan semakin menampilkan gambar yang baik. Dengan demikian, apabila ingin maksimal harus memperhatikan jarak, cahaya, dan bahkan luas tempat. Karena proyektor dan layar sangat banyak menggunakan banyak tempat.

Sebenarnya pengajian di lapangan terbuka (outdoor) juga sangat baik dan menarik jika menggunakan proyektor, tentu ada hal-hal yang harus diperhatikan, dalam hal ini tentu kita memikirkan waktu pelaksanaan siang/malam, kenapa waktu kegiatan menjadi pertimbangan yang sangat penting?. Begini penjelasannya, karena waktu pelaksanaan akan menentukan hasil gambar, kalo seandainya pengajian dilakukan di malam hari tentu gambar yang dihasilkan akan baik asalkan tidak ada pencahayaan yang lain di sekitar LCD proyektor dan layar sehingga perlakuannya pun tidak terlalu khusus. Tetapi, apabila pelaksanaannya dilakukan di siang hari, tentu gambar yang dihasilkan tidak terlalu maksimal dikarenakan cahaya matahari meskipun menggunakan LCD proyektor dengan Lumens tinggi. Akan tetapi, pengguna tidak perlu khawatir, semua ada solusinya yaitu dengan cara membuat area di sekitaran LCD proyektor dan layar terlihat gelap atau minim sumber cahaya, hal ini bisa saja dengan menggunakan kain hitam untuk menutupi sumber datangnya cahaya dan lain sebagainya, yang penting cahaya di sekitaran LCD proyektor minim atau bahkan gelap sehingga akan memaksimalkan tampilan layar.

Hal lain yang penting juga untuk diperhatikan dalam pengajian di ruangan terbuka (outdoor) adalah cuaca, kenapa cuaca menjadi pertimbangan juga? Karena LCD proyektor merupakan alat yang sangat sensitif terutama terhadap air, apabila ingin melakukan pengajian outdor dan tidak menggunakan tenda, tentu di area proyektor harus menggunakan tenda atau penutup khusus proyektor, sehingga proyektor tetap aman dan acaranya pun lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *